Search This Blog

Loading...

Thursday, March 1, 2012

Tragedi Meletusnya Gunung Krakatau (1883)

Gambaran Gunung Krakatau Purba

 Jakarta – Indonesia tidak akan pernah bisa melupakan tragedi kelam keganasan alam, meletusnya gunung krakatau pada 26-27 Agustus 1883. Sebanyak 36 ribu orang tewas dan alam kelam.
Gunung yang terletak di Selat Sunda dan diapit oleh Pulau Jawa dan Sumatra, memiliki tinggi 813 meter. Pada 126 tahun silam, suara letusan Krakatau terdengar sampai ke Alice Springs, Australia dan Pulau Rodrigues dekat Afrika, 4,653 kilometer bahkan suaranya didengar oleh 1/8 penduduk bumi saat itu.
Ledakan gunung Krakatau saat itu, diperkirakan lebih besar 30 ribu kali bom atom yang diledakkan di Hiroshima dan Nagasaki di akhir Perang Dunia II.

Letusan Anak Gunung  Krakatau

Sejarah Ledakan
Sebelum terjadi ledakan pada 26-27 Agustus, gunung Krakatau yang persatuan dari gunung Danan, Perbuwatan dan Rakata, mulai mengalami letupan kembali sejak 20 Mei 1883. Setelah 200 tahun tidak terjadi ledakan lagi, pada Senin  27 Agustus 1883, tepat jam 10.20, meledaklah gunung itu.


Ledakan Krakatau telah melemparkan batu-batu apung dan abu vulkanik dengan volume 18 kilometer kubik. Semburan debu vulkanisnya mencavai 80 km. Benda-benda keras yang berhamburan ke udara itu jatuh di dataran pulau Jawa dan Sumatera bahkan sampai ke Sri Lanka, India, Pakistan, Australia dan Selandia Baru.
Letusan itu menghancurkan Gunung Danan, Gunung Perbuwatan serta sebagian Gunung Rakata dimana setengah kerucutnya hilang, membuat cekungan selebar 7 km dan sedalam 250 meter. Gelombang laut naik setinggi 40 meter menghancurkan desa-desa dan apa saja yang berada di pesisir pantai. Tsunami ini timbul bukan hanya karena letusan tetapi juga longsoran bawah laut.
Tercatat jumlah korban yang tewas mencapai 36.417 orang berasal dari 295 kampung kawasan pantai mulai dari Merak (Serang) hingga Cilamaya di Karawang, pantai barat Banten hingga Tanjung Layar di Pulau Panaitan (Ujung Kulon serta Sumatera Bagian selatan. Di Ujungkulon, air bah masuk sampai 15 km ke arah barat. Keesokan harinya sampai beberapa hari kemudian, penduduk Jakarta dan Lampung pedalaman tidak lagi melihat matahari. Gelombang Tsunami yang ditimbulkan bahkan merambat hingga ke pantai Hawaii, pantai barat Amerika Tengah dan Semenanjung Arab yang jauhnya 7 ribu kilometer.
Kini, gunung Krakatau menyisakan Anak Krakatau yang terkadang mengeluarkan letupan-letupan. Meski menurut beberapa pakar, Anak Krakatau belum akan mengeluarkan letusan sedahsyat sebelumnya.

No comments:

Post a Comment